Hampir 75 Persen Staf IGD di Inggris Hadapi Kekerasan Harian atau Mingguan

Business21 Views

Survei yang dilakukan Royal College of Emergency Medicine mengungkapkan bahwa hampir tiga perempat staf instalasi gawat darurat di Inggris mengalami kekerasan atau agresi setiap hari atau setiap minggu. Temuan ini menyoroti kondisi yang disebut sebagai penyalahgunaan yang sudah menjadi bagian rutin dalam pekerjaan di garis depan rumah sakit.

Penyebab utama yang diidentifikasi adalah waktu tunggu yang panjang serta kondisi ruang gawat darurat yang penuh sesak. Faktor-faktor tersebut dinilai berkontribusi pada meningkatnya insiden penargetan terhadap tenaga medis. Royal College of Emergency Medicine menyatakan bahwa departemen yang kekurangan staf dan mengalami kepadatan berlebih menjadi pemicu utama meningkatnya kasus tersebut.

Kondisi ini menimbulkan dampak serius terhadap kesejahteraan mental dan fisik para tenaga kesehatan. Staf yang terus-menerus menghadapi ancaman atau perilaku agresif berisiko mengalami kelelahan emosional yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat memengaruhi konsentrasi saat menangani pasien. Dalam jangka panjang, situasi semacam ini berpotensi menurunkan kualitas perawatan yang diberikan karena tenaga medis harus membagi perhatian antara tugas klinis dan upaya menjaga keselamatan diri.

Selain itu, fenomena ini dapat memperburuk kesulitan dalam merekrut dan mempertahankan tenaga medis di bidang gawat darurat. Lingkungan kerja yang dianggap tidak aman cenderung membuat calon tenaga kesehatan enggan memilih spesialisasi ini, sehingga memperparah kekurangan staf yang sudah ada. Akibatnya, siklus overcrowding dan waktu tunggu panjang berisiko terus berlanjut tanpa intervensi struktural yang memadai.

Pihak berwenang di sektor kesehatan perlu mempertimbangkan langkah-langkah perlindungan yang lebih konkret bagi staf, termasuk peningkatan keamanan di area pelayanan serta program dukungan psikologis yang sistematis. Tanpa perhatian khusus terhadap akar masalah seperti kepadatan pasien dan kekurangan sumber daya, risiko kekerasan terhadap tenaga medis kemungkinan akan tetap tinggi di masa mendatang.