Surat tanggapan James Capon terhadap editorial Guardian menyoroti laporan komite kesehatan parlemen Inggris yang mendesak regulasi pasar makanan untuk mengatasi obesitas. Laporan tersebut dipandang sebagai langkah positif karena menegaskan bahwa obesitas bukan semata kegagalan kehendak individu melainkan hasil rekayasa sistem pangan. Namun, Capon menekankan adanya kekeliruan mendasar yang terus berulang dalam kebijakan pangan Inggris selama puluhan tahun.
Kerangka “high in fat, salt or sugar” atau HFSS yang selama ini digunakan menggabungkan tiga nutrisi seolah memiliki bobot kesalahan yang setara. Padahal bukti ilmiah yang berkaitan dengan penambahan berat badan dan diabetes tipe 2 lebih banyak mengarah pada gula serta karbohidrat olahan sebagai pendorong utama, bukan lemak. Garam memang berperan ketika dikombinasikan dengan gula, tetapi tubuh manusia tetap memerlukan garam untuk fungsi normal. Lemak juga penting karena membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
Pendekatan yang lebih tepat adalah mengalihkan perhatian regulasi langsung ke makanan ultra-proses. Produk-produk ini biasanya mengandung kombinasi gula tambahan dan karbohidrat olahan dalam jumlah tinggi serta melalui proses industri yang mengubah struktur makanan secara signifikan. Pergeseran fokus ini dapat memberikan dasar yang lebih akurat bagi pembuat kebijakan dalam merancang pembatasan promosi dan penempatan produk.
Selain itu, kebijakan yang hanya berbasis HFSS berisiko menghambat konsumsi lemak sehat yang justru dibutuhkan tubuh. Banyak makanan alami seperti kacang-kacangan, alpukat, dan minyak nabati mengandung lemak namun tidak menyebabkan obesitas bila dikonsumsi dalam konteks pola makan seimbang. Sebaliknya, produk ultra-proses sering kali dirancang untuk meningkatkan daya tarik sensorik sehingga mendorong konsumsi berlebih tanpa memberikan rasa kenyang yang memadai.
Dari perspektif kesehatan masyarakat, menargetkan makanan ultra-proses juga membuka peluang intervensi yang lebih luas. Regulasi dapat mencakup pembatasan ketersediaan produk tersebut di lingkungan sekolah dan fasilitas kesehatan, serta mendorong reformulasi yang mengurangi kandungan gula dan karbohidrat olahan. Langkah ini sejalan dengan upaya global yang semakin menekankan pengurangan paparan terhadap makanan hasil pemrosesan industri berlebihan.
Pemerintah perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ketahanan pangan dan kebiasaan makan generasi mendatang. Dengan menggeser kerangka kebijakan dari HFSS menuju klasifikasi berdasarkan tingkat pemrosesan, Inggris dapat menghindari pengulangan kesalahan masa lalu dan menciptakan lingkungan pangan yang lebih mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pendekatan ini memerlukan kolaborasi antara pembuat kebijakan, peneliti, dan pelaku industri untuk menghasilkan standar yang lebih presisi dan berbasis bukti.
